Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pejuang Politik Dulur Ganjar Pranowo Dorong Sistem Pemilu Proporsional Pancasila



dgpnusntara.com-Pro Kontra Sistem pemilihan umum (Pemilu) proporsional terbuka dan tertutup masih saja terjadi . Perdebatan dilematis sampai dengan saat ini masih menyelimuti para hakim MK.

Ketua Tim Pakar Hukum & Budaya DPP DGP (Dulur Ganjar Pranowo), Charles H.M. Siahaan, SH berharap MK dapat memberi putusan, berupa rambu-rambu bagi UU Penyelenggaraan pemilu di Indonesia yang sehat, beradab, berkemajuan dan tetap berakar pada nilai-nilai yang ada di tubuh, roh, jiwa kita sebagai bangsa Indonesia.

“Kalau ditanya kecenderungan, ya kami lebih senang tertutup. Pengalaman pahit sistem proporsional tertutup di era Orba, niscaya kami juga tidak akan sudi mengulangi sejarah itu kembali. Kami ingin cara-cara proporsional yang wajar dan keterwakilan daerah, dan semua itu sangat indah sekali. Murah, mudah, cepat, dan sehat,”kata Charles, saat acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/5/2023) malam.

“Kami meminta MK untuk jangan sekali-sekali mentiadakan, apalagi menihilkan sistem proporsional tertutup. Itu minimal yang kami minta, kami ingin kiranya sistem pemilu tertutup yang diberlakukan ke depan untuk anak cucu kita ke depan. Tentu tidak seperti di era Orba dulu,”ujar Charles.

Menurut Charles, sistem pemilu terbuka dengan penentuan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak faktanya juga ditemui sejumlah kelemahan, yang jika dibandingkan dengan sistem proporsional tertutup cukup memiliki perbedaan siginifikan yang saling bertolak belakang.

Charles mengaku sekalipun sejumlah pengalaman pahit dari penerapan sistem pemilu proporsional tertutup pada era Orba, namun beberapa kelebihan nya sangat signifikan antara lain;

Pertama. Praktek Politik Uang (Money Politic) dari para caleg yang masif terkendali; Kedua.Tugas dan peran parpol yang merupakan konsekuensi negara demokratis lebih dalam melakukan kaderisasi sesuai ideologi dan gagasan visi dapat dituntut lebih besar.

“Sulit membayangkan praktek demokrasi bernegara yang berjumlah ratusan juta jiwa ini dalam menentukan wakil rakyat hanya berbasis popularitas ,”imbuhnya.

“Pada kesempatan ini sekaligus kami mendesak dan mendorong majelis hakim MK segera dalam waktu tidak kurang dari 14 hari sejak hari ini, menerbitkan putusannya demi Indonesia yang demokratis dan kepribadian bangsa sesuai budaya dan warisan leluhur yang adi luhung.Yang selanjutnya kami sebut sebagai Sistem Pemilu Proporsional Pancasila,”tutup Charles. (red)



Posting Komentar untuk "Pejuang Politik Dulur Ganjar Pranowo Dorong Sistem Pemilu Proporsional Pancasila"